Rutinitas Harian Sesuai Hadist Nabi Muhammad SholloAllahu Alaihi Wasallam.
🌅 Rutinitas Pagi Hari (Bangun Tidur – Subuh) sesuai Sunnah
1. Doa Bangun Tidur
Rasulullah ﷺ bersabda:
Arab:
الْـحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Latin:
Alhamdu lillāhilladzī aḥyānā ba‘da mā amātanā wa ilaihin-nusyūr.
Artinya:
"Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali."
📖 (HR. Bukhari no. 6312, Muslim no. 2711)
2. Doa Masuk Kamar Mandi (jika hendak buang hajat)
Rasulullah ﷺ bersabda:
Arab:
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ
Latin:
Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal khubutsi wal khabā’its.
Artinya:
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan laki-laki dan setan perempuan."
📖 (HR. Bukhari no. 142, Muslim no. 375)
3. Bersiwak (Membersihkan Mulut)
Rasulullah ﷺ bersabda:
Arab:
لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ
Latin:
Lawlā an asyuqqa ‘alā ummatī la amartuhum bis-siwāki ‘inda kulli shalāh.
Artinya:
"Kalau tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali akan shalat."
📖 (HR. Bukhari no. 887, Muslim no. 252)
4. Wudhu
Rasulullah ﷺ bersabda:
Arab:
مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، إِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ
Latin:
Mā minkum min aḥadin yatawaḍḍa-u fayusbighul wuḍū-a ṡumma yaqūlu: Asyhadu an lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhu wa rasūluh, illā futiḥat lahū abwābul-jannati ṡamāniyah yadkhulu min ayyihā syā’a.
Artinya:
"Siapa saja di antara kalian yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan: 'Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya,' maka dibukakan baginya delapan pintu surga, ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki."
📖 (HR. Muslim no. 234)
5. Shalat Sunnah Qabliyah Subuh
Rasulullah ﷺ bersabda:
Arab:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Latin:
Rak‘atā al-fajri khayrun minad-dunyā wa mā fīhā.
Artinya:
"Dua rakaat sunnah Fajar (sebelum Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya."
📖 (HR. Muslim no. 725)
6. Shalat Subuh Berjamaah
Rasulullah ﷺ bersabda:
Arab:
صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Latin:
Shalātul-jamā‘ati afḍalu min shalāt-il-fadzi bisab‘in wa ‘isyrīna darajah.
Artinya:
"Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan keutamaan dua puluh tujuh derajat."
📖 (HR. Bukhari no. 645, Muslim no. 650)
📌 Jadi rangkaian pagi hari adalah: Bangun tidur → Doa → WC (jika perlu) → Siwak → Wudhu → Shalat Sunnah Qabliyah Subuh → Shalat Subuh berjamaah.
🌞 Rutinitas Siang Hari (Setelah Subuh – Zuhur)
1. Dzikir Pagi
Setelah selesai shalat Subuh, Rasulullah ﷺ membiasakan dzikir pagi.
Contoh dzikir utama:
a. Membaca Ayat Kursi
Arab:
اللَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ... (QS. Al-Baqarah: 255)
Hadits:
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ
Latin:
Man qara’a āyatal-kursī fī duburi kulli shalātin maktūbah lam yamna‘hu min duḫūlil-jannati illā an yamūt.
Artinya:
"Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian."
📖 (HR. An-Nasa’i no. 992, dinilai hasan oleh Al-Albani)
b. Membaca 3 Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas)
Hadits:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَتُصْبِحُ ثَلاَثًا تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ
Latin:
Qul huwallāhu aḥad wal-mu‘awwidzatain ḥīna tumsī wa tuṣbiḥu ṡalāṡan takfīka min kulli syai’.
Artinya:
"Bacalah Qul Huwallāhu Aḥad (Al-Ikhlash), Al-Falaq, dan An-Nās pada waktu pagi dan petang tiga kali, maka itu akan mencukupimu dari segala sesuatu."
📖 (HR. Abu Dawud no. 5082, Tirmidzi no. 3575 – hasan)
2. Menuntut Ilmu / Bekerja / Aktivitas Halal
Islam mendorong aktivitas produktif setelah Subuh, baik bekerja maupun menuntut ilmu.
Hadits:
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
Latin:
Mā akala aḥadun ṭa‘āman qaṭṭu khayran min an ya’kula min ‘amali yadih, wa inna nabiyyallāhi Dāwūda ‘alaihis-salām kāna ya’kulu min ‘amali yadih.
Artinya:
"Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangannya sendiri. Nabi Allah Dawud ‘alaihis-salām makan dari hasil kerja tangannya."
📖 (HR. Bukhari no. 2072)
3. Shalat Dhuha (sunnah)
Waktu dhuha dimulai sejak matahari naik setinggi tombak (±15 menit setelah matahari terbit) sampai menjelang Zuhur.
Hadits:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
Latin:
Yuṣbiḥu ‘alā kulli sulāmā min aḥadikum ṣadaqah, fa kullu tasbīḥatin ṣadaqah, wa kullu taḥmīdah ṣadaqah, wa kullu tahlīlah ṣadaqah, wa kullu takbīrah ṣadaqah, wa amrun bil-ma‘rūfi ṣadaqah, wa nahyun ‘anil-munkari ṣadaqah, wa yujzi’u min dzālika rak‘atāni yarka‘uhumā minad-duḥā.
Artinya:
"Setiap sendi manusia harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah. Dan semua itu bisa diganti dengan dua rakaat shalat Dhuha."
📖 (HR. Muslim no. 720)
4. Menyibukkan Diri dengan Hal yang Bermanfaat
Selain ibadah, Nabi ﷺ menekankan pentingnya memanfaatkan waktu siang dengan kebaikan.
Hadits:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Latin:
Ni‘matāni maghbūnun fīhimā katsīrun minan-nās: aṣ-ṣiḥḥatu wal-farāgh.
Artinya:
"Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang."
📖 (HR. Bukhari no. 6412)
📌 Jadi rutinitas siang hari menurut sunnah:
Dzikir pagi → bekerja/menuntut ilmu → shalat Dhuha → memanfaatkan waktu untuk kebaikan hingga menjelang Zuhur.
☀️ Rutinitas Siang (Zuhur – Ashar)
1. Shalat Zuhur Berjamaah
Rasulullah ﷺ sangat menekankan shalat tepat waktu, khususnya Zuhur.
Hadits:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا
Latin:
Aḥabbul-a‘māli ilallāhi aṣ-ṣalātu ‘alā waqtihā.
Artinya:
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat tepat pada waktunya."
📖 (HR. Bukhari no. 527, Muslim no. 85)
2. Sunnah Rawatib Zuhur
Nabi ﷺ menjaga shalat sunnah sebelum dan sesudah Zuhur.
Hadits:
مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
Latin:
Man shallā fī yaumin wa lailah isnatai ‘asyarata rak‘ah bunīya lahu baytun fil-jannah.
Artinya:
"Barangsiapa shalat dalam sehari semalam 12 rakaat sunnah, maka dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga."
📖 (HR. Muslim no. 728)
Di antaranya: 4 rakaat sebelum Zuhur dan 2 rakaat setelahnya.
3. Qailulah (Tidur Siang Sebentar)
Nabi ﷺ dan para sahabat melakukan istirahat siang (qailulah), biasanya sebelum Zuhur atau sesudahnya.
Hadits:
قِيلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لاَ تَقِيلُ
Latin:
Qīlū fa innasy-syayāṭīna lā taqīl.
Artinya:
"Tidurlah di waktu qailulah (siang), karena setan tidak tidur siang."
📖 (HR. Thabrani dalam Al-Mu‘jam Al-Awsath no. 4300 – hasan)
4. Shalat Ashar Berjamaah
Shalat Ashar memiliki kedudukan istimewa. Nabi ﷺ sangat memperingatkan agar tidak meninggalkannya.
Hadits:
مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ حَبِطَ عَمَلُهُ
Latin:
Man taraka ṣalātal-‘aṣri ḥabiṭa ‘amaluh.
Artinya:
"Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka gugurlah amalnya."
📖 (HR. Bukhari no. 553)
5. Keutamaan Menjaga Ashar
Rasulullah ﷺ bersabda:
Hadits:
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Latin:
Man shallal-bardain dakhala al-jannah.
Artinya:
"Barangsiapa shalat dua waktu yang dingin (Subuh dan Ashar), niscaya ia masuk surga."
📖 (HR. Bukhari no. 574, Muslim no. 635)
📌 Jadi rutinitas Zuhur – Ashar menurut sunnah:
Shalat Zuhur berjamaah + rawatib → qailulah (tidur siang) → Shalat Ashar berjamaah.
🌇 Rutinitas Sore – Malam (Maghrib – Isya)
1. Dzikir Petang
Setelah shalat Ashar dan menjelang Maghrib, Rasulullah ﷺ membiasakan dzikir sore.
a. Membaca 3 Qul
Hadits:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَتُصْبِحُ ثَلاَثًا تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ
Latin:
Qul huwallāhu aḥad wal-mu‘awwidzatain ḥīna tumsī wa tuṣbiḥu ṡalāṡan takfīka min kulli syai’.
Artinya:
"Bacalah Qul Huwallāhu Aḥad (Al-Ikhlash), Al-Falaq, dan An-Nās pada waktu pagi dan petang tiga kali, maka itu mencukupimu dari segala sesuatu."
📖 (HR. Abu Dawud no. 5082, Tirmidzi no. 3575 – hasan)
2. Menjaga Anak-anak di Waktu Maghrib
Rasulullah ﷺ berpesan agar anak-anak dijauhkan dari luar rumah saat waktu Maghrib.
Hadits:
إِذَا جَنَحَ اللَّيْلُ – أَوْ أَمْسَيْتُمْ – فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ
Latin:
Idzā janaḥal-laylu – aw amsaitum – fakuffū ṣibyānakum, fa innasy-syayāṭīna tantasyiru ḥīna’idzin.
Artinya:
"Apabila malam mulai datang (waktu Maghrib), maka tahanlah anak-anak kalian, karena setan bertebaran ketika itu."
📖 (HR. Bukhari no. 3280, Muslim no. 2012)
3. Shalat Maghrib Berjamaah
Rasulullah ﷺ bersabda:
Hadits:
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Latin:
Man shallal-bardain dakhala al-jannah.
Artinya:
"Barangsiapa shalat dua waktu yang dingin (Subuh dan Ashar), niscaya ia masuk surga."
📖 (HR. Bukhari no. 574, Muslim no. 635)
Walaupun hadits ini menyebut Subuh dan Ashar, Maghrib juga sangat ditekankan dilakukan berjamaah.
4. Membaca Al-Qur’an / Majelis Ilmu
Rasulullah ﷺ bersabda:
Hadits:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Latin:
Khayrukum man ta‘allamal-qur’āna wa ‘allamah.
Artinya:
"Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya."
📖 (HR. Bukhari no. 5027)
5. Shalat Isya Berjamaah
Rasulullah ﷺ bersabda:
Hadits:
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
Latin:
Man shallal-‘ishā’a fī jamā‘ah faka-annamā qāma niṣfal-layl, wa man shallaṣ-ṣubḥa fī jamā‘ah faka-annamā shallal-layla kullah.
Artinya:
"Barangsiapa shalat Isya berjamaah, maka seakan-akan ia shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka seakan-akan ia shalat sepanjang malam."
📖 (HR. Muslim no. 656)
6. Sunnah Ba’da Isya
Nabi ﷺ menyukai shalat sunnah setelah Isya dan juga berwitir sebelum tidur (jika tidak bangun malam).
Hadits:
اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا
Latin:
Ij‘alū ākhira ṣalātikum bil-layli witran.
Artinya:
"Jadikanlah shalat kalian yang terakhir di malam hari adalah witir."
📖 (HR. Bukhari no. 998, Muslim no. 751)
📌 Jadi rutinitas sore–malam menurut sunnah:
Dzikir sore → menjaga anak saat Maghrib → shalat Maghrib berjamaah → membaca Al-Qur’an/ilmu → shalat Isya berjamaah → shalat sunnah & witir.
🌙 Rutinitas Malam Hari (Setelah Isya – Menjelang Tidur)
1. Makan Malam Secukupnya
Rasulullah ﷺ mengingatkan agar tidak berlebihan dalam makan.
Hadits:
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
Latin:
Mā mala’a Ādamiyyun wi‘ā’an syarran min baṭn, biḥasbi bni Ādama ukulātun yuqimna ṣulbah, fa in kāna lā maḥālah fa ṡulutsun liṭa‘āmih, wa ṡulutsun lisharābih, wa ṡulutsun linafasih.
Artinya:
"Tidaklah manusia memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan yang menegakkan tulang punggungnya. Jika harus lebih, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara."
📖 (HR. Tirmidzi no. 2380 – hasan)
2. Shalat Sunnah Malam / Tahajud
Jika mampu, Nabi ﷺ menganjurkan shalat malam (tahajud).
Hadits:
أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
Latin:
Afḍalush-shalāti ba‘dal-farīḍah ṣalātul-layl.
Artinya:
"Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam."
📖 (HR. Muslim no. 1163)
3. Shalat Witir
Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan shalat witir sebelum tidur jika tidak yakin bisa bangun malam.
Hadits:
إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ
Latin:
Inna Allāha witrun yuḥibbul-witr, fa awtirū yā ahlal-qur’ān.
Artinya:
"Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai witir. Maka lakukanlah witir, wahai ahlul Qur’an."
📖 (HR. Abu Dawud no. 1416, Tirmidzi no. 453 – shahih)
4. Dzikir Sebelum Tidur
Rasulullah ﷺ mengajarkan berbagai bacaan sebelum tidur:
a. Membaca Ayat Kursi
Hadits:
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي لَيْلَةٍ لَمْ يَزَلْ عَلَيْهِ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلَا يَقْرَبُهُ شَيْطَانٌ حَتَّى يُصْبِحَ
Latin:
Man qara’a āyatal-kursī fī laylatin lam yazal ‘alaihi minallāhi ḥāfiẓ, wa lā yaqrabuhu syaiṭānun ḥattā yuṣbiḥ.
Artinya:
"Barangsiapa membaca Ayat Kursi pada malam hari, maka ia senantiasa dijaga oleh Allah dan tidak akan didekati setan hingga pagi."
📖 (HR. Bukhari no. 2311)
b. Membaca 3 Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) lalu meniupkan ke telapak tangan dan mengusap seluruh tubuh.
📖 (HR. Bukhari no. 5017)
5. Doa Tidur
Rasulullah ﷺ bersabda:
Arab:
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
Latin:
Bismika Allāhumma amūtu wa aḥyā.
Artinya:
"Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati (tidur) dan aku hidup (bangun)."
📖 (HR. Bukhari no. 6314, Muslim no. 2711)
📌 Jadi rutinitas malam menurut sunnah:
Makan malam secukupnya → shalat sunnah malam (jika mampu) → witir → dzikir sebelum tidur → doa tidur.
Read less